Kecurangan di Meja Crap yang Berakhir di Jeruji Besi

Dua dari tiga warga Cleveland menerima dakwaan atas kasus penipuan kasino darat Jack Casino yang dilakukannya pada tanggal 25 Juli 2015. Mereka dituntut hukuman kurungan penjara selama 5 tahun masa percobaan dan mengembalikan uang yang mereka tipu saat bermain Crap. Namun, tersangka ketiga belum teridentifikasi saat itu.

Kedua tersangka tersebut menerima dakwaan pada bulan Oktober 2015. Kedua pelaku bernama Ken Young dan Lonnie Bridges, dijatuhi hukuman karena telah menipu sebuah kasino sebesar 39.000 dolar. Mereka melakukan Scam pada sebuah mesin Crap. Asisten jaksa penuntut, Jonathan Block menjelaskan bahwa para tersangka menggunakan Scam dengan cara menyelipkan sebuah dadu di atas meja permainan. Mereka melakukan kejahatan tersebut secara berkelompok. Mereka akan bergiliran sebagai penembak dan petaruh dan berotasi normal di sekitar meja. Saat bandar judi Crap mendorong dadu ke seorang pemain yang bersiap menembak, maka dua pemain lainnya akan melemparkan chip untuk membuat taruhan di detik-detik terakhir permainan tepat ketika penembak mencoba meraih ke permukaan meja untuk mengambil dadu.

Di saat bandar judi teralihkan dan mengumpulkan chip para pemain dan menempatkannya di posisi yang tepat di tata letak meja, maka si penembak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggeser dua dadu yang ada di atas meja. Namun, sebelum ia menggesernya, si penembak akan dengan cepat menempatkan dadu dengan angka yang telah ditentukan. Seperti yang bisa Anda tebak, pemain tersebut menempatkan dadu dengan nominal yang sama dengan taruhan yang ia letakkan sebelumnya. Para penonton pun bersorak merayakan kemenangan mereka.

Penipuan di meja Crap ini kemudian diberitahukan oleh seorang pekerja kasino yang melaporkannya pada pihak keamanan. Setelah insiden yang terjadi tersebut, kasino yang berada di sekitar kota itu memperkuat keamanannya khususnya untuk permainan Crap. Penipuan ini menjadi suatu peringatan bagi para pemilik kasino untuk lebih mengutamakan keamanan tempat perjudian mereka. Game judi Crap sempat dibatasi pada waktu itu dan mulai dikurangi.

Di sisi lain, banyak pemain sejati permainan game judi ini yang merasa sedikit dirugikan karena dibatasinya Crap di kasino darat. Memang, Crap merupakan salah satu game judi yang sangat mudah karena tidak diperlukan strategi yang menguras otak untuk memainkannya. biasanya, penggemar permainan ini adalah para pekerja yang telah lelah seharian bekerja dan kemudian menghabiskan malam mereka untuk menghibur diri di arena perjudian. Hingga akhirnya meja-meja Crap yang berada di kasino darat kemudian digantikan oleh layar-layar untuk bermain judi online Crap.

Meski tampaknya judi online Crap tidak seramai game judi Crap tradisional, namun judi online Crap menawarkan hadiah yang lebih besar ketimbang yang bisa Anda mainkan di kasino darat. Hal ini dikarenakan kini permainan ini tidak hanya dinikmati oleh para pekerja, tetapi semua kalangan yang gemar menjelajahi situs judi online terpercaya.

Pertanyaan moral yang dapat diambil dari kasus penipuan tersebut adalah jika Anda seorang penggemar game judi dan mengetahui lawan Anda atau bahkan kawan Anda yang bermain dengan curang apakah Anda cukup berani melaporkannya? Mungkin Anda akan berpikir untuk tidak melaporkan dan meminta teman Anda untuk membagi hasil kemenangan mereka. Tetapi tahukah Anda, sebagian besar penipuan yang dilakukan di arena perjudian, terlebih jika itu terjadi di situs judi online, maka akan besar kemungkinannya untuk tertangkap dan dibawa permasalahannya ke jalur hukum. Bahkan Anda bisa saja dituntut dengan hukuman yang lebih besar dan penggantian uang ganti rugi yang jauh lebih besar dari pada kemenangan yang Anda dapatkan dari hasil penipuan. Maka, pikirkanlah kembali jika Anda berniat mencurangi sebuah situs judi!