Negara dengan Permasalahan Judi Terburuk

Australia sejauh ini merupakan negara dengan masalah perjudian terburuk di seluruh dunia. Rata-rata, warga negara mereka kehilangan lebih banyak uang untuk perjudian dibandingkan dengan negara lain. Bukan hanya itu, masalah perjudian di Australia menjadi lebih buruk karena 200.000 orang berjuang dengan masalah perjudian yang mereka miliki. Lalu, seburuk apakah permasalahan tersebut?

Terlepas dari kemajuan teknologi dalam judi online dan pergeseran permainan judi dari kasino darat ke kasino online, jenis perjudian paling populer di Australia adalah Pokies. Pokies diizinkan di seluruh sarana hiburan di sana. Warga negara Australia menjadi candu dan kecanduan dengan game judi ini. Ini dibuktikan pula dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa sepertiga orang yang bermain Pokies memiliki masalah kecanduan akan game judi tersebut. Tak jarang pula ditemui orang yang bunuh diri karena akibat kecanduan yang tak bisa lagi diobati.

Meski kecanduan akan Pokies dapat mengakibatkan bunuh diri, namun sebenarnya Pokies adalah judi online dengan urutan ketiga yang terkenal di Australia. Urutan pertama adalah Lotre dan yang kedua yaitu Scratch. Namun, jika dilihat dari jenis permainan yang menghabiskan banyak uang, Poker adalah judi online yang tercatat telah banyak menghabiskan uang warga negara Australia. Oleh karena itu, Australia hingga saat ini masih berjuang untuk melarang bentuk perjudian dan mengatasi masalah yang telah terjadi selama ini.

Terlebih, situs judi online kini telah menggunakan tema yang sangat menarik untuk menarik para pemain baru. Misalnya adalah slot online, salah satu game judi yang sangat digemari karena kemudahannya. Juga, dengan begitu banyaknya tawaran bonus gratis yang ditawarkan situs judi terpercaya, bisa dibilang akan sangat sulit bagi negara ini untuk membasmi game judi dari negaranya.

Faktor penyebab permasalahan perjudian

Agar situasi membaik, pemerintah Australia membentuk Komisi Perjudian untuk mengatur perjudian dan mengidentifikasi akar penyebab permasalahan judi di negaranya. Namun, salah satu alasan utama mengapa situasi perjudian menjadi buruk adalah karena hubungan dekat yang dimiliki oleh pemerintah dengan Komisi Perjudian. Komisi ini sebenarnya adalah bagian dari pemerintah itu sendiri sehingga mengakibatkan sulitnya meloloskan segala bentuk perundang-undangan yang berguna untuk mengurangi masalah perjudian. Selain itu, adalah karena akan membuat perusahaan judi di Australia menjadi bangkrut.

Di sisi lain, pemerintah Australia selama ini menghasilkan sekitar 2 miliar dolar Australia setiap tahun sebagai hasil dari pajak perjudian. Namun, sebagian orang beranggapan bahwa biaya untuk mendukung, merehabilitasi dan mengobati para penjudi yang telah kecanduan lebih mahal dibandingkan dengan pendapatan pajak perjudian tersebut. Dengan demikian, mendukung adanya praktik perjudian sama saja merugikan pemerintah dan warga negara di Australia.

Mengatasi kecanduan berjudi

Untuk mengatasi permasalahan perjudian, banyak yang mengusulkan untuk meningkatkan intervensi dari para staf yang bekerja di sarana hiburan seperti pub dan kelab yang biasa digunakan masyarakat untuk berjudi. Ini bertujuan agar mereka dapat mengidentifikasi para penjudi yang bermasalah dan membantunya untuk menjalani pengobatan juga rehabilitasi. Terdapat pula seruan untuk mereformasi mesin-mesin yang digunakan untuk berjudi agar membuat para pemainnya tidak kecanduan, termasuk game judi Pokies.

Meski pemerintah Australia diuntungkan oleh pajak perjudian, namun mereka telah membekukan banyak mesin poker hingga tahun 2042. Ini berarti tidak akan ada lagi mesin judi online poker yang akan diproduksi dan dilisensikan sampai tahun 2042. Selain itu, kebijakan baru pun ditetapkan yaitu tidak dibolehkannya siaran perjudian ditayangkan di saluran televisi. Tujuannya adalah agar anak-anak tidak terpapar oleh praktik perjudian. Namun, larangan tersebut tidak berlaku untuk iklan judi online. Sehingga, banyak yang meyakini larangan yang telah dibuat oleh pemerintah tidak akan berpengaruh pada pengurangan judi di negaranya karena mayoritas masyarakat lebih sering membuka media dari internet ketimbang menonton televisi.